TARAKAN, mediakaltara.com – Barang ilegal hasil penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tarakan yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 67, 8 juta dimusnahkan, Rabu (18/11/2020) pagi tadi di dua tempat yakni Kantor Bea dan Cukai Tarakan Kelurahan Lingkas Ujung dan TPA Hake Babu Jalan Aki Balak.

Pemusnahan barang milik negara (BMN) yang berasal dari hasil penindakan dan hasil operasi pasar periode bulan Juli 2019 hingga Oktober 2020.

“Pemusnahan BMN ini berupa sepatu, balpres, rokok, dan minuman keras (Miras) dimusnahkan dengan dibakar secara simbolis dan sisanya ditimbun di TPA Hake Babu. Adaupun jumlah sepatu sebanyak 16 pasang, Balpres sebanyak 16 bal, rokok sebanyak 67.580 batang, dan miras sebanyak 51 botol. Selain itu kami juga ada memusnahkan satu senjata tajam,” ungkap Kepala KPPBC Tarakan, Minhajudin Napsah.

Ia melanjutkan, selain pakaian, juga memusnahkan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sejumlah 51 botol dan satu senjata tajam. Untuk barang yang dimusnahkan ini diperoleh dari hasil tangkpan selama periode Juli 2019 hingga Oktober 2020. “Adapun total keruigan mencapai Rp 67, 8 juta,” sebut Minhajuddin Napsah.

Ia mengugkapkan, 67.580 batang masuk dalam kategori barang kena cukai ilegal (BKC). Rokok tersebut diamankan karena tak dilekati pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, serta rokok yang dilekati pita cukai bukan peruntukannya. Adapun kerugian yang dialami negara dengan beredarnya BKC ilegal tersebut bukan hanya dilihat dari nilai cukai yang tidak dibayar kepada negara tetapi juga kerugian lebih besar dari sisi dampak kesehatan.

“Kita ada amankan rokok produk dalam negeri, karena dipasang puta cukai palsu. Tentunya mengkonsumsi rokok ilegal yang tidak terjamin komposisinya akan sangat membayakan kehsetan. Pita cukai palsu ini ketahuan karena kita lakukan pengecekkan menggunakan alat khusus,” ungkapnya.

Minhajudin menambahkan, Selama ini Bea Cukai Tarakan rutin melakukan kegiatan operasi pasar atas peredaran barang kena cukai di wilayah kerja yang meliputi Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Berau dan Provinsi Kaltim.“Tujuannya untuk mencegah peredaran barang kena cukai ilegal. Sedangkan di bidang pengawasan kami telah berhasil melakukan penindakan narkoba berupa methamphetamine sebanyak tujuh kali pada tahun 2019 dan 5 kali pada tahun 2020. Total nilai barang mencapai RP 65.154.880.000. Berbagai modus digunakan sindikat untuk menyelundupkan barang narkotika seperti memasukkan narkotika dalam tabung gas, melarutkan narkotika ke dalam galon air, hingga membawa narkotika dengan kapal berkecepatan tinggi,” urainya.

Menurutnya, Keberhasilan ini tentu hasil sinergi dengan BNNK, TNI dan Polri. Ia mengakui, penindakan yang dilakukan Bea Cukai Tarakan merupakan salah satu upaya dalam menjalankan perannya yaitu melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri (industrial assistance). Selain itu melindungi masyarakat dari masuknya barang berbahaya dan memungut bea masuk dan bea keluar serta cukai secara maksimal.

“Hingga Oktober, total penerimaan Bea dan Cukai yang berhasil dikumpulkan yakni Rp27.426.106.120 dari target Rp21.640.271.000,” tuntas Kepala KPPBC Tarakan. (rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here