TARAKAN, mediakaltara.com – Sebanyak 63 rambu peringatan dini bencana, merupakan program dari Badan Nasional Penangggulan Bencana (BNPB). Telah di pasang di beberapa titik, oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan.

“Rambu ini dipasang agar masyaakat mengetahui di mana saja titik rawan bencana, kemudian titik kumpul, jalur evakuasi dan lainnya,” Jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tarakan, Wilem, Rabu (20/11/2019).

Kata Wilem, Pemesangan rambu ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana,“Artinya masyarakat mengetahui daerah mana saja rawan terjadi bencana, pada saat musim hujan maupun kemarau. Bencana memang tidak bisa dihindari namun bisa dikurangi, dengan cara meningkatkan kehati-hatian masyarakat.

Wilem mengungkapkan, keberadaan rambu ini juga membantu mengurangi mengurangi resiko dari bahaya bencana yang terjadi. Misalnya ,jika rambu rawan longsor terpasang dan diketahui masyarakat, maka secara tidak langsung pada musim hujan masyarakat akan lebih berwaspada terhadap daerah yang dipasang rambu rawan itu.

“Dalam bentuk teknologi sebenarnya ada juga, berupa aplikasi yang di sebut Inaris. Jadi kalau kita ke suatu daerah, maka dapat mengetahui tingkat rawan bencananya rendah, sedang atau tinggi. Sebenarnya, dalam pemasangan rambu  peringatan dini bencana kami mengusulkan sebanyak 100 unit. Namun diberikan hanya 63 rambu,”bebernya.

Besar harapan Wilem, denga keberadaan rambu ini, agar dijaga oleh masyarakat juga, lantaran ini sangat berguna sekali,“Fungsinya sangat banyak. Memang kelihatannya biasa aja,” terangnya. (rt20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini