TARAKAN, mediakaltara.com – Sepanjang tahun 2019 tercatat Warga Negara Asing (WNA) dibawah pengawasan Kantor Imigrasi Tarakan sebanyak 291 orang, tinggal menetap di beberapa kabupaten/Kota di Provinsi Kaltara.

Kepala Kantor Imigrasi Tarakan, Perdemuan Sebayang mengatakan, dari 291 orang WNA itu yang mengajukan permohon izin tinggal terbatas 256 orang, permohon izin tinggal tetap sebanyak 2 orang, dan izin tinggal kunjungan sebanyak 33 orang.

“Kalau berdasarkan izin yang ada, WNA terbanyak di Bulungan kemudian Tarakan, Malinau dan Tana Tidung. Sebagian besar, WNA di Bulungan menggunakan izin tinggal terbatas sebagai tenaga kerja.  WNA yang izin tinggal terbatas ini hanya sebagian kecil saja tidak bekerja karena penyatuan keluarga. Contohnya, dari pemegang izin tinggal terbatas membawa serta istri dan anaknya,”ujarnya, kepada mediakaltara.com.

Lanjut Sebayang, bagi WNA pemegang izin tinggal terbatas, yang memiliki izin kerja akan dilihat dari cakupan wilayah kerjanya, untuk diperbolehkan keluar dari satu daerah.

“sepanjang 2019 ini kasus terbanyak yang kami dapati yaitu penyalahgunaan izin tinggal dan overstay. Namun, untuk izin wilayah kerja, karena khusus untuk Kaltara biasanya muncul wilayah kerjanya di Kaltara. Sehingga, meski perusahaan berada di Tanjung Selor, WNA tersebut masih bisa ke Tarakan atau ke Malinau,” jelasnya.

Sebayang membeberkan, Berdasarkan Undang undang terbaru, terkait WNA ini tidak diharuskan wajib lapor ke kantor Imigrasi terdekat. WNA hanya diminta untuk mempersiapkan data izin tinggal dan kewarganegaraannya, jika diminta petugas Imigrasi, wajib diperlihatkan.

“Selain kami Pengawasan WNA ini juga dilakukan kepolisian, tenaga kerja, dan pemangku institusi yang memiliki landasan Undang undang untuk melakukan pengawasan orang asing,” pungkasnnya. (mk86/rt20)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here