TARAKAN, mediakaltara.com – Tindak pidana penggelapan mobil, berhasil  diungkap Unit Reskrim Polres Tarakan. Penggelapan mobil ini diduga dikendalikan oleh dua orang narapidana (napi) Lapas Kelas II Tarakan berinisial NA dan AL.

Pengungkapan perkara penggelapan ini, personil baru mengamanan satu orang berinisial AR yang mengirim mobil tersebut ke Kabupaten Nunukan melalui Pelabuhan Fery Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim, AKP Guntar Arif Setiyoko mengatakan, selain mengamankan pelaku berinisial AR pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap dua warga binaan Lapas Kelas Tarakan yakni  NA dan AL. Kepada penyidik, AR mengaku hanya diperintah warga binaan itu untuk mengambil mobil dengan upah Rp7 juta.

BARANG bukti mobil yang digelapkan ke Kabupaten Nunukan

“Awalnya NA yang menghubungi seorang pemilik mobil berinisial BR, mengaku mau sewa mobil. Selanjutnya, atas perintah NA, AR mengambil mobil dan mengaku sebagai Syamsudin. Setelah ambil mobil, baru dibawa ke Pelabuhan Fery. Kemudian dialihkan ke AL untuk urusan pembayaran,” ungkapnya.

Lanjut Kasat Reskrim, sampai di pelabuhan, mobil diserahkan kepada orang lain yang tidak dikenal AR. Selanjutnya, mobil tiba di Nunukan menggunakan kapal fery. Polisi mendapati mobil ini di Nunukan, mobil tersebut tanpa ada yang orang lain yang mebawa. “Ini (mobil) dititipin saja di kapal. Dalam manifest ada tertera daftar mobil. Kemungkinan ada surat jalannya. Kami akan bikin bon dulu Untuk meminjam dua warga binaan Lapas guna diperiksa terkait kasus ini. Kita duga ini jaringan, Karena AL merupakan Napi kasus penggelapan mobil juga. Kalau  AR kini dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Ancaman hukuman empat tahun penjara,” tutupnya. (m86/rt20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini