TARAKAN, mediakaltara.com – Rencana Kawasan Usaha Peternakan (Kunak) produksi bibit di instalasi pembenihan (hatchery) kepiting Pemerintah kota (Pemkot) Tarakan, menuai tanggapan dari instansi vertikal terkait yakni Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan.

Saat dijumpai, Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Akhmadon menjelaskan, persoalan penjualanan maupun penangkapan kepiting sudah di atur dalam Peraturan Menteri Kelautan, dan Perikanan (Permen KP) Nomor 1 Tahun 2015, pihaknya bertugas menjalankan Permen KP itu. Sementara diluar dari adanya program Pemkot yang akan membuat Peraturan Daerah (Perda), PSDKP menyambut positif.

“Kalau daerah memberikan dan mengembangkan potensi perikanan, itu positif. Tapi ada hal yang harus diperhatikan. Karena standar untuk pengembangan hatchery cukup ketat. Seperti memperhatikan tingkat kejernihan air, sanitasi, curah hujan, serta kebersihan. Untuk kawasan di Tarakan, airnya cenderung berlumpur, dan berpasir. Sehingga tingkat kekeruhannya sangat dikhawatirkan. Kalau kualitas air juga harus diperhatikan. Kan harus di filterisasi. Ini harus dikembangkan, suapaya tidak bergantung dari luar (Tarakan) lagi,” Ungkap Kepala PSDKP Tarakan, yang wilayah kerjanya mencakup Kaltara, Kaltim, dan Kalsel, Kamis (29/8/2019).

KEPALA PSDKP Tarakan, Akhmadon

Akhmadon menuturkan, para pengusaha kepiting selama ini diketahui mengambil benih dari Sulawesi Selatan dan Bali. Menurutnya, dilihat dari kebutuhan budidaya, untuk Bandeng, dan udang, di Kaltara berpotensi lebih besar, karena luasan tambak di Kaltara juga cukup besar, apabila di kalkulasi diperkirakan petani tambak membutuhkan jutaan benih.

“Kalau budidaya Kepiting ini masih dikemebangkan dan diteliti oleh BBAP jepara dan takalar. Kalau mampu, sekaligus menjawab persoalan sosial terkait penangkapan kepiting, ya silahkan. Sementara untuk hatchery seperti bandeng dan udang nantinya kita bisa suplay sendiri kan jadi potensi daerah. Dari SDM maupun biaya pengangkutan bisa ditekan. Disamping itu, Pembudidaya juga bisa memenuhi kebutuhan lain. Selama ini kan kita masih bergantung dari luar,” ucapnya. (rt20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini