TARAKAN, mediakaltara.com – Dengan cepat kantor Imigrasi Kelas II Tarakan menindak lanjuti keluhan masyarakat di grup sosial media (sosmed) Facebook soal dugaan tindak kejahatan penipuan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal India masing-masing berinisial SS dan HS, yang diketahui beraksi di toko dan counter HP sekiataran Jalan Seroja, Kelurahan Karang Anyar.

Modus kedua WNA itu untuk bisa mendapat uang dari orang yang dijumpai dengan cara menawarkan untuk diramal (Fortune telling) dan dihipnotis, setelah itu WNA tersebut meminta sumbangan dengan nominal sesuai keinginannya. Tetapi SS dan HS kini berhasil diamankan petugas imigrasi saat sedang membeli tiket pesawat tujuan Balikpapan, Rabu (4/9/2019).

Juliansyah, merupakan seorang korban mengaku, dua bulan lalu sudah pernah didatangi salah satud ari WNA itu, yakni bulan Juli lalu. Seorang WNA India itu mendatangi dirinya dengan mencoba meramal. Setelah itu meminta imbalan sebesar Rp 150 ribu serta meminta pulsa data sekitar Rp 200 ribu.

 “Saya kasih Rp 10 ribu kemudian tambah Rp 20 ribu WNA itu menolaknya. Dia mematok 150 ribu rupiah, katanya untuk sedekah. Lalu dia juga minta pulsa data dan kartu data tidak usah bayar. Namun saya bersikeras agar membayar yang ia ambil, tetapi WNA itu membayar sambil minta di beri diskon. Tadi dia datang lagi ke counter saya, tapi saya tidak pedulikan,” ungkapnya, kepada mediakaltara.com.

PETUGAS Imigrasi menggiring dua WNA Asal India yang meresahkan Warga

Korban lainnya, bernama Lina membeberkan, saat datang ke toko parfumnya, pelaku awalnya berbahasa Inggris serta mengeluarkan kartu identitasnya. Namun, dirinya tidak berani untuk menatap mata WNA itu. Lina juga mengaku ditawarkan untuk diramal, namun menolaknya.

“WNA itu tawarkan untuk di ramal, saya jawab aku lebih percaya sama Allah saja. Ternyata dia tidak langsung pergi, malah meminta belas kasihan untuk diberikan sumbangan. Saya kasih 10 ribu rupiah pertama, tapi dia minta tambah, terus saya tambah 2 ribu rupiah, dia terus memintah tambah. kan namanya sedekah ikhlas. Ini dipatok nominalnnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tarakan, Perdemuan Sebayang melalui Staf Seksi Intelejen dan Penindakan, Arif Listiyanto mengaku, sedang mendalami laporan masyarakat terkait dugaan penipuan oleh WNA asal India itu. Pihaknya akan mengumpulkan keterangan dari saksi serta bukti permulaan yang cukup.

“ Mereka ini ada tiga orang, yang dua orang sudah kita amankan, namuntinggal satu orang lagi berinisial HD. Kalau Keterangan di paspor, keduanya pakai bebas visa kunjungan.Kami meminta agara masyarakat Tarakan yang pernah menjadi korbannya bisa datang ke kantor kita untuk diminta keterangannya, agar WNA itu bisa kita proses,” ucapnya.

Dilain sisi, Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan menuturkan, belum menerima laporan dari korban yang dirugikan. Apabila  ada warga yang merasa dihipnotis, segera melapor ke polres Tarakan. Meski kedua pelaku merupakana WNA, tetap akan diproses setelah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

“WNA yang masuk ke kota ini terus kita pantau pergerakannya, kita kumpulkan juga laporan masyarakat, serta memantau kegiatannya. Rata-rata yang masuk kesini untuk berwisata, kemudian kegiatan keagamaan, dan bisnis,”singkatnya. (rt20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini