TARAKAN, mediakaltara.com –  Latihan bersama (Latma) antar tiga negara atau, yang biasa disebut Indomalphi Middle Land Exercise 2019 di Tarakan resmi berakhir. Sebelum upacara penutupan, Irjen Kemhan / Laksamana Madya (Laksdya) TNI Didit Herdiawan meninjau langsung jalanya mekanisme latihan di sekitar Kelurahan Juata Permai, Rabu (7/8/2019).

Selain upacara penutupan, semua prajurit Indomalphi melakukan simulasi operasi penyerangan musuh dan pembebasan sandera. Adapun mekanismenya melalui taktik serangan darat dan udara. Dengan tujuan untuk mengamankan lokasi dan didahului dengan penembakan musuh oleh penembak jitu Yonif Raider 613/RJA. Senjata yang digunakan yakni Sniper jenis SPR 3 produksi PT. Pindad Indonesia.

Irjen Kemenhan RI, Laksdya TNI Didit Herdiawan menjelaskan, latihan bersama tiga negara ini merupakan latihan berkelanjutan. Dilaksanakanya latihan tersebut akan bermanfaat besar melalui adanya pertukaran pengetahuan keterampilan, maupun penanganan teroris. Selain itu meningkatkan persahabatan dan kepercayaan antara angkatan darat ketiga negara. “Ini juga (Latma) untuk mengantisipasi serangan musuh. Maka kegiatan ini juga meningkatkan profesionalisme,” paparnya.

Prajurit Angkatan Darat Tiga Negara berusaha membebaskan sandera yang di tawan sekelompok teroris.

Untuk diketahui, alasan dipilihnya Provinsi Kaltara sebagai tempat pelaksanaan latihan. Dikarenakan Kaltara merupakan daerah perbatasan dan paling dekat dengan perbatasan tiga negara tersebut. “Kegiatan ilegal di perbatasan juga menjadi alasan kami. Selama latihan ini di sepakati serta melalui operasi bersama mampu mengatasi kegiatan musuh,” pungkasnya. (ur99/sas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini